Profil
Desa Bolali
Desa Bolali
Sejarah Desa Bolali
Desa Bolali yang terletak di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, memiliki sejarah berakar dari era Kesultanan Surakarta Hadiningrat saat pemerintahan lokal masih dipimpin oleh seorang Demang. Secara etimologis, nama "Bolali" berasal dari ungkapan bahasa Jawa "mbok yo lali" (lupakan saja), yang lahir dari doa dan harapan warga setempat pada masa penjajahan Belanda agar serdadu kolonial yang berpatroli di seberang sungai perbatasan tidak mengingat maupun menduduki permukiman mereka. Harapan tersebut terwujud dengan terhindarnya desa ini dari pendudukan tentara Belanda, hingga akhirnya Desa Bolali terus berkembang menjadi wilayah pemukiman dan agraris yang tetap mempertahankan warisan sejarah lokalnya.
Visi dan Misi Desa
Desa Bolali berkomitmen mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan dengan terus melanjutkan serta mengoptimalkan keberhasilan program-program pembangunan terdahulu. Visi tersebut diwujudkan melalui misi strategis yang mengusung penguatan ketahanan pangan desa berbasis potensi agraris lokal serta pemanfaatan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) untuk menggerakkan inovasi pertanian, digitalisasi tata kelola pemerintahan, dan peningkatan kualitas hidup seluruh warga desa.
PERANGKAT DESA
Kepala Desa
Sekretaris Desa
Kaur Keuangan
Kaur Perencanaan, Tata Usaha dan Umum
Kasi Pemerintahan
Kasi Kesejahteraan dan Pelayanan
Jumlah Penduduk : 2.474 Jiwa
Jumlah Rukun Warga (RW) : 7
Jumlah Rukun Tetangga (RT) : 25
INFORMASI RUKUN WARGA
Ketua RW: Suharno
Jumlah RT: 4
Jumlah Penduduk: 391 Jiwa
Dukuh Tirip terletak di bagian utara wilayah Desa Bolali. Kawasan ini didominasi oleh permukiman warga dan kawasan agraris yang berbatasan langsung dengan area persawahan dan perbatasan wilayah Sukoharjo. Mayoritas warga di RW 01 bekerja di bidang pertanian dan buruh harian.
Ketua RW: Margono
Jumlah RT: 2
Jumlah Penduduk: 194 Jiwa
Dukuh Krasak berada di bagian wilayah yang terlintas oleh Jalur Kereta Api utama (lintas Solo–Yogyakarta). Wilayah ini dikenal dengan perlintasan rel kereta apinya yang menjadi akses penghubung antar-dukuh.
Ketua RW: Joko
Jumlah RT: 5
Jumlah Penduduk: 594 Jiwa
Merupakan dusun/dukuh utama (puser) dan pusat pemerintahan desa. Di Dukuh Bolali berdiri Balai Desa/ Kantor Desa Bolali, tempat pelayanan publik desa diselenggarakan. Di wilayah RW 03 ini juga terdapat fasilitas pendidikan seperti SD Negeri 1 Bolali dan TK Pertiwi Bolali.
Ketua RW: Parmin
Jumlah RT: 6
Jumlah Penduduk: 549 Jiwa
Dukuh Pajangan merupakan RW dengan jumlah RT terbanyak di Desa Bolali. Secara geografis berada di perbatasan timur-utara yang menghubungkan Desa Bolali (Klaten) dengan Desa Blimbing (Kecamatan Gatak, Sukoharjo) melalui akses jembatan perbatasan. Selain lahan pertanian, warga di sini juga menggerakkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal seperti pengolahan telur asin.
Ketua RW: Suharso
Jumlah RT: 3
Jumlah Penduduk: 323 Jiwa
Dukuh Sutran merupakan pemukiman yang dikelilingi oleh hamparan persawahan irigasi teknis yang subur. Karakteristik masyarakatnya berorientasi kuat pada sektor agraris dan kegiatan kemasyarakatan. Selain itu, Dukuh Sutran memiliki kebanggaan tersendiri dengan hadirnya organisasi kepemudaan yang sangat aktif bernama Karang Taruna "Tunas Muda Sutran", yang menjadi pelopor berbagai kegiatan kebudayaan, sosial, gotong royong, dan pengembangan potensi generasi muda desa.
Ketua RW: Sarjono
Jumlah RT: 2
Jumlah Penduduk: 179 Jiwa
Dukuh Kebak berada di wilayah tengah-selatan desa. Di RW 06 ini terdapat lembaga pendidikan anak usia dini dan keagamaan, seperti TK Al-Amin dan Yayasan Al-Amin Bolali.
Ketua RW: Wianto
Jumlah RT: 3
Jumlah Penduduk: 244 Jiwa
Dukuh Candi terletak di wilayah selatan Desa Bolali. Wilayah RW 07 ini mencerminkan kerukunan antarumat beragama di desa, di mana terdapat sarana ibadah rumah ibadah seperti Kapel Katolik Santa Bernadeta.
PETA DESA BOLALI
Lokasi di Google Maps